Senin, 23 Mei 2022

Pengaruh Teknologi Informasi dan Komunikasi Bagi Remaja dalam Pendidikan Keluarga

 


Pengaruh Teknologi Informasi dan Komunikasi Bagi Remaja dalam Pendidikan Keluarga

 

Nopita Lastri (19005031)

Jurusan Pendidikan Luar Sekolah

Fakultas Ilmu Pendidikan

Universitas Negeri Padang

Jalan Prof. Dr. Hamka, Air Tawar Padang, Sumatera Barat Telepon: +62 751 7053902. Fax: +62 751 7055628.

nopitalastri7887@gmail.com

 

            Pandemi covid-19 telah menghambat proses laju perkembangan kehidupan masyarakat Indonesia mulai dari sector ekonomi, politik, hubungan sosial, dan pendidikan. Satuan pendidikan menjadi salah satu sector yang terkena dampak dari adanya wabah covid-19 dengan terhambatnya proses pembelajaran bagi peserta didik secara langsung di lingkungan keluarga. Setiap orangtua menginginkan karakter anaknya bertumbuh dan berkembang dengan baik, sesuai yang mereka harapkan dan dapat diterima dimasyarakat. Namun, harapan dan keinginan tersebut tidak selalu berjalan dengan baik. Tiap keluarga belum sepenuhnya menjadi tempat tumbuh kembang karakter anak karena kerapnya muncul masalah dalam keluarga. Ketika masalah dalam keluarga hadir, masalah tersebut turut mempengaruhi kehidupan keluarga sehingga menjadi kurang kondusif untuk tumbuh kembang karakter anak.

            Salah satu contoh permasalahan dalam keluarga adalah terjadinya kekerasan dalam keluarga terhadap anak. Anak sangat rentan mengalami kekerasan dari lingkungan sekitarnya bahkan dari orang terdekat termasuk ayah dan ibu. KPAI menyebutkan bahwa anak bisa menjadi korban ataupun pelaku kekerasan, dengan tiga tempat kekerasan yaitu lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat. Kekerasan kepada anak dapat muncul karena dipicu oleh kemajuan teknologi dan informasi yang begitu cepat, yang tak dapat dibendung arus kemajuannya, juga turut mempengaruhi komunikasi didalam keluarga. Kesibukan anggota keluarga membuat tidak ada waktu yang cukup untuk berkomunikasi, termasuk berkomunikasi tentang hal-hal yang terjadi dalam keseharian. Bahkan kemajuan teknologi dapat memunculkan pertengkaran orangtua yang dapat disaksikan oleh anak didalam keluarga. Kondisi demikian tentu akan mempengaruhi tumbuh kembang karakter anak.

            Pendidikan karakter berbasis keluarga sangat penting karena anak memerlukan karakter yang baik pada masa yang akan dating untuk menghadapi sebuah dunia yang semakin kompleks, dan hidup bersama dimasyarakat yang serba heterogen. Oleh karena itu, tulisan ini akan menjelaskan bahwa keluarga merupakan sebuah basis dalam membangun pendidikan karakter. Tujuan pendidikan karakter berbasis keluarga yaitu meningkatkan kesadaran peran orangtua bahwa betapa pentingnya pendidikan karakter didalam keluarga dan mengembalikan keluarga, sebagai tempat pendidikan karakter, menjadi tempat belajar yang penuh cinta sejati dan kasih sayang, dan kemudian secara tidak langsung ikut berpartisipasi dalam membangun karakter seorang anak melalui pendidikan karakter didalam keluarga.

Pengertian Keluarga

Keluarga adalah orang-orang yang berada dalam seisi rumah yang sekurang-kurangnya terdiri dari suami, istri, dan anak-anak. Keluarga juga merupakan suatu kelompok sosial terkecil yang ditandai oleh tempat tinggal bersama, kerjasama ekonomi, dan reproduksi. Keluarga adalah sekelompok sosial yang dipersatukan oleh pertalian kekeluargaan, perkawinan, atau adopsi, yang disetujui secara sosial, yang umumnya secara bersama-sama menempati suatu tempat tinggal dan saling berinteraksi sesuai dengan peranan-peranan sosial yang dirumuskan dengan baik.

Keluarga dengan suatu unit masyarakat kecil. Maksudnya bahwa keluarga itu merupakan suatu kelompok orang sebagai suatu kesatuan atau unit yang terkupul dan hidup bersama untuk waktu yang relatif berlangsung terus, karena terikat oleh pernikahan dan hubungan darah. Kehidupan berkeluarga itu mengandung fungsi untuk memenuhi dan menyalurkan kebutuhan emosional para anggotanya, disamping juga memberikan kesempatan untuk pensosialisasian para anggotanya, khususnya anak-anak. keluarga adalah sebuah organisasi kecil yang di dalamnya ada yang memimpin dan ada yang dipimpin. Seorang ayah adalah kepala keluarga yang bertugas sebagai nahkoda dalam biduk rumah tangga. Dialah yang mengarahkan dan mengendalikan kemana keluarganya akan dibawa.

Dari uraian diatas dapat disimpulkan tentang unsur pokok dalam keluarga adalah (1) keluarga selalu dimulai dengan perkawinan atau dengan penetapan pertalian kekeluargaan; (2) keluarga berada dalam batas-batas persetujuan masyarakat; (3) anggota keluarga dipersatukan oleh pertalian perkawinan, darah, dan adopsi sesuai dengan hukum dan adat istiadat yang berlaku; (4) anggota keluarga secara khas hidup secara bersama pada satu tempat tinggal yang sama; (5) interaksi dalam keluarga berpola pada norma-norma, peranan-peranan, dan posisi-posisi status yang ditetapkan oleh masyarkat; dan (6) dalam keluarga terjadi proses reproduksi dan edukasi.

 

Pengertian Teknologi Komunikasi dan Informasi

Teknologi merupakan pengembangan dan aplikasi dari alat, mesin, material dan  proses yang menolong manusia menyelesaikan masalahnya. Istilah teknologi sering menggambarkan penemuan alat-alat baru yang menggunakan prinsip dan proses penemuan saintifik.

Informasi merupakan kumpulan data yang saling terkait dan telah diproses secara kompleks. Dengan kata lain, informasi merupakan hasil dari sebuah data yang telah diproses. Data-data yang tercatat dan saling terkait dikumpulkan, kemudian diolah atau diproses sehingga menghasilkan informasi yang tepat dan akurat. Selanjutnya, informasi menjadi data yang akan diolah dan akan menjadi informasi yang lainnya.

Komunikasi merupakan suatu proses penyampaian informasi berupa pesan, ide atau gagasan dari satu pihak kepada pihak lain agar terjadi saling memengaruhi di antara keduanya. Ada dua jenis komunikasi, yaitu komunikasi verbal dan nonverbal. Komunikasi verbal adalah komunikasi menggunakan kata kata, baik berupa lisan atau tulisan. Komunikasi nonverbal merupakan pengganti ataupun pendukung dari komunikasi verbal. Contoh dari komunikasi nonverbal adalah gerakan badan yang menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, atau mengangkat bahu.

Dapat disimpulkan teknologi informasi dan teknologi komunikasi adalah suatu kesatuan yang tidak terpisahkan yang mengandung pengertian luas tentang segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan dan transfer atau pemindahan informasi antar media. Dari pengertian teknologi informasi dan teknologi komunikasi, kedua teknologi tersebut merupakan teknologi padanan tak terpisahkan, artinya kedua teknologi itu saling  berkaitan erat satu sama lain.

Pengaruh Teknologi Informasi dan Komunikasi Bagi Remaja dalam Pendidikan Keluarga

Awalnya teknologi diciptakan untuk mempermudah setiap kegiatan. Seiring dengan perkembangan zaman teknologi bukan hanya sebagai alat untuk mempermudah kegiatan, namun sebagai gaya hidup, tren dan prestise di kalangan para remaja. Tentu dengan kemajuan IPTEK ini, dapat menyebabkan perubahan yang begitu besar pada kehidupan manusia dengan segala peradaban dan kebudayaannya. Perubahan ini juga memberikan dampak yang begitu besar terhadap tranformasi nilai-nilai budaya di kalangan masyarakat, khususnya remaja ataupu dewasa awal. Perubahan yang terjadi pada perkembangan IPTEK tersebut terlihat sekali pada kalangan remaja maupun orang dewasa. Pada masa ini, orang dewasa  memiliki sikap ingin tahu dan mencoba sesuatu yang baru, hal inilah yang membuat perkembangan teknologi beralih fungsi. Pada saat ini, di indonesia dapat di lihat begitu besar pengaruh kemajuan teknologi terhadap nilai-nilai yang di anut para orang dewasa baik di daerah perkotaan maupun perdesaan.

Kemajuan teknologi juga di tandai dengan masuknya aksesinternet. Lewat internet inilah, mereka bisa mengakses segala informasi dan peristiwa yang terjadi di belahan dunia,tentunya informasi yang di sajikan tidak semuanya bersifat positif atau layak di akses para remaja maupun orang dewasa, terkadang lewat internet mereka bebas melakukan hal yang berbau fornografi, dan lewat internet para remaja ataupun orang dewasa cenderung lebih suka berhubungan lewat jejaring sosial daripada bertemu langsung sehingga dapat mengurangi sifat sosial manusia. hal ini menimbulkan perilaku yang tidak baik terhadap pembentukan kepribadian. Selain itu, Televisi yang termasuk juga perkembangan IPTEK juga sangat berpengaruh besarterhadap perkembangan remaja, banyak remaja yang meniru cara berpakaian artis yang di idolakannya, meniru gaya rambut serta meniru gaya hidupnya, tanpa peduli apakah gaya tersebut sesuai dengan nilai-nilai yang ada di masyarakat.

Sekarang ini, akibat perkembangan IPTEK banyak perilaku menyimpang yang terjadi pada remaja. Budaya barat yang dahulu hanya di adaptasi oleh remaja kota kini dengan adanya perkembangan IPTEKjuga telah melanda remaja maulun orang dewasa di desa. Yang dulunya orang dewasa desa sering tolong menolong, gotong royong, sopan santun sekarang menjadi remaja yang individualistik. Sebenarnya dengan adanya kemajuan IPTEK, masyarakat dapat menemukan berbagai bahan bacaan penting yang sangat membangun, dapat mempermudah proses pembelajaran yang memberikan layanan pendidikan bagi siswa dengan menggunakan internet media, dengan internet memudahkan untuk berinteraksi dan berkomunikasi secara lebih mudah dan efektif, serta agar tidak GAPTEK (Gagap Teknologi). Namun untukmeminimalisir terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, maka masyarakat terutama kalangan remaja maupun dewasa awal perlu wawasan yang mendidik. Anak dalam usia remaja ataupun dewasa awal tidak bisa dilepaskan begitu saja oleh orang tuanya, sangat disayangkan, orang tua lebih memperhatikan pekerjaan dan kesibukannya, bagi mereka berkomunikasi dengan anak tidak perlu diperhatikan. Dalam hal ini, mereka beranggapan bahwa anak hanya membutuhkan materi daripada dengan memberikan kasih sayang dan perhatian kepada

Maka dari fenomena tersebut, peran orang tua sebagai pendamping sangat dibutuhkan agar anak tidak terjerumus ke hal-hal yang dapat merusak diri anak. Oleh sebab itu, pada masa ini sebagai pendidik khususnya orang tua perlu mengetahui bahwa masa remaja ialah masa peralihan, dimana remaja pada masa ini menentukan jati diri mereka. Penanaman pendidikan karakter ditengah permasalahan dunia yang dilanda Covid 19 menjadi sesuatu yang sangat urgen karena perubahan yang terjadi akibat perkembangan teknologi yang semakin cepat, maka guru harus lebih cepat lagi lagi membekali kepada siswanya sikap dan keteladan yang berkarakter sesuai dinamika perkembangan zaman yang semakin cepat. Keluarga dan guru diharapkan bisa bekerjasama untuk lebih aktif mengawasi dan memotivasi peserta didik supaya bisa terbiasa melakukan perilaku yang berkarakter sesua dengan kepribadian bangsa Indonesia.

Sampai ketemu di blog selanjutnya guys :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengaruh Teknologi Informasi dan Komunikasi Bagi Remaja dalam Pendidikan Keluarga

  Pengaruh Teknologi Informasi dan Komunikasi Bagi Remaja dalam Pendidikan Keluarga   Nopita Lastri (19005031) Jurusan Pendidikan L...