PERANCANGAN PRODUK TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) LANJUTAN….
Dibuat oleh:
Nopita Lastri (19005031)
Pendidikan Luar Sekolah
Universitas Negeri Padang
Hallo teman2 pada pertemuan blog kali ini kita akan membahas tentang “Perancangan produk Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yaitu Pengembangan E-Learning untuk Pembelajaran Sekolah Nonformal ”Lanjutan….
Pendidikan nonformal merupakan jalur pendidikan di
luar jalur pendidikan formal yang dibuat oleh pemerintah untuk memfasilitasi
masyarakat yang tidak dapat menempuh pendidikan formal. Waktu pembelajaran pada
pendidikan non-formal jauh lebih sedikit dibandingkan dengan pendidikan formal.
Hal ini jelas menjadi masalah bagi masyarakat yang mengikutinya. Selain itu,
kurangnya inovasi pembelajaran juga menjadi kendala dalam sekolah nonformal.
Pada pertemuan ini dikembangkan E-learning berbasis Moodle yang di dalamnya
memuat materi pembelajaran, tugas, dan soal tes. Bertujuan untuk mengembangkan
E-learning yang valid dan praktis. Penelitian pengembangan ini menggunakan
model pengembangan Thiagarajan dkk. Tahapan-tahapan nya seperti pendefinisian,
perancangan, dan pengembangan.
Pengembangan E-learning untuk sekolah nonformal ini
melalui beberapa tahap
yaitu: pendefinisian (defind), perancangan (design), dan pengembangan (development).
Hal ini bertujuan untuk mengetahui E-learning yang sesuai dengan sekolah
nonformal, mengembangkan E-learning yang dapat digunakan untuk sekolah
nonformal dan mengetahui kevalidan dan kepraktisan E-learning berbasis moodle
untuk sekolah nonformal. Diawali dengan
tahap pendefinisian. Tahap pendefinisan dilakukan dengan melakukan observasi,
menyebar angket dan melakukan wawancara yang bertujuan untuk mencari
permasalahan yang terjadi di sekolah nonformal. Dari ketiga kegiatan tersebut didapatkan
permasalahan pokok yang terjadi pada sekolah nonformal yaitu kurangnya waktu pembelajan,
hal ini berdampak pada rendahnya hasil belajar warga belajar. Selain itu kurangnya
inovasi dalam pembelajaran juga membuat warga belajar kekurangan motivasi untuk
mengikuti pembelajaran.
Berdasarkan masalah yang ditemukan, maka dilakukan
perancangan media pembelajaran
untuk mengatasi permasalahan yang terjadi. Media yang dipilih berdasarkan
kebutuhan warga
belajar adalah E-learning berbasis moodle. E-learning yang dikembangkan dapat
berisi materi pembelajaran, tugas, soal tes, chat, dan forum diskusi. Hal ini
sesuai dengan yang dikemukakan Caputi dan Garrido terdapat dua jenis aktivitas
dalam E-learning yaitu aktivitas komunikasi ( email, forum, konferensi, dan
lain-lain) dan aktivitas eksplorasi, dimana keduanya ada dalam sebuah LMS
(Learning management System).
Desain dari materi yang ada pada E-learning ini adalah pembelajaran tahap demi tahap. Warga belajar harus menyelesaikan tahap pertama untuk dapat melangkah ke tahap kedua, pertanyaan diberikan setelah warga belajar mempelajari tahap pertama, pertanyaan ini diberikan sebagai syarat warga belajar dapat melangkah ke tahap kedua dan seterusnya. Hal ini bertujuan supaya warga belajar dapat benar-benar memahami tahap demi tahap sebelum melangkah ke tahap selanjutnya. Selain itu tampilan soal tes dibuat semirip mungkin dengan tampilan soal pada saat UNBK. Hal ini bertujuan untuk membiasakan warga belajar menggunakan sistem ujian seperti UNBK.
Berdasarkan uraian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa E-learning berbasis moodle yang dikembangkan valid dan praktis dan menjawab rumusan masalah dalam pertemuan ini bahwa E-learning berbasis moodle dapat mengatasi masalah kurangnya waktu pembelajaran di sekolah nonformal. Hal ini sesuai dengan pendapat yang di sampaikan oleh Asyhar penggunaan media pembelajaran berbaasis TIK dalam proses pembelajaran dapat membantu guru dalam menghemat waktu, serta siswa dapat memahami materi dengan lebih mudah.
Sekian dulu materi dari penulis untuk pertemuan kali ini, semoga bermanfaat dan bisa menambah ilmu serta pengetahuan pembaca, silahkan memberikan komentar dan memberi kritikan. Terima kasih :)
Sampai jumpa di blog selanjutnya :)
Social media : @nopitalastri07_
Daftar Rujukan :
Asyar, R. 2011. Kreatif Mengembangkan Media Pembelajaran. Jakarta. Gaung Persada.
Caputi, V, & Garrido, A. 2015. “Student-oriented Planning of E-Learning Content for Moodle”, Jurnal of Network and Computer Applications, 53,115-127.
Kamil, Mustofa. 2009. Pendidikan Nonformal : Pengembangan Melalui Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) di Indonesia. Bandung: Alfabeta.
Tiara. November 2015. Pengembangan Media E-Learning Berbasis Moodle Pada Kompetensi Dasar Jurnal Khusus untuk Siswa Kelas XII IPS Semester Gasal di SMA Negeri 4 Jember. Prosiding Seminar Pendidikan Ekonomi &Bisnis, di Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Bagusss yupp☺️
BalasHapusMangaatss
BalasHapusMangat
BalasHapusSemangat kakak
BalasHapusKeyenn ayi
BalasHapusNice kk
BalasHapus